KONFIRMASI KEPADA USTAD

Selanjutnya………………..

Ustad Sobron juga manusia yang equivanen seperti halnya saya, hujan makin deras tak kunjung reda hari mulai temaram menjelang gelap, antara siang dan malam pak Ustad pamitan untuk mengumandangkan Adzan, untuk sholat Maghrib. Kemudian sayapun mengambil air wudlu untuk menjalankan sholat maghrib berjamaah, tentunya yang menjadi imam adalah pas Ustad, selesai sholat maghrib hujan masih tidak mau reda, bahkan cacing-cacing perut sudah mulai bernyanyi merupakan tanda bahwa saya lapar, akhirnya aku menunggu hujan reda sambil mendengarkan pengajian bersama jamaah maghrib yang jumlahnya hanya tiga orang yaitu Pak Ustad, saya dan pak  Saridin yang memang tidurnyapun di masjid karena pak saridin sebagai orang yang mempunyai tugas merawat masjid. Hal ini berlanjut sampai berakhirnya sholat isya…… hujan masih belum reda. Berawal dari sinilah kisah itu dimulai…… sebuah kisah yang tidak pernah aku lupakan seumur hidupku, kisah itu pahit sekaligus manis. Ketika hujan mulai reda aku pulang diantar oleh Pak Ustad, rumah saya memang berada diujung desa, (paling ujung yang harus melewati bulakan sawah)… tentunya berjalan kaki. Diperjalanan………………………….saya lanjutkan besok ya.

Satu Tanggapan ke “KONFIRMASI KEPADA USTAD”

  1. tomy Berkata:

    kebanyakan bersambung :cry:

Tinggalkan Balasan